BELAJAR TAHSIN : BACAAN MAD (PANJANG) PART 2

 

Assalamualaikum ^^,

Hari ini kita bahas tentang mad yang panjang bacaannya 2 harokat ya. Panjang pendek nya itu sebenarnya sesuaiin sama kecepatan tempo irama bacaan kamu. Tapi tempo irama yang kamu pakai dari awal bacaan hingga akhir bacaan harus konsisten ya.

Panjang 2 harokat, kalau kata ustadzah atau guru atau kyai adalah 2 ketukan. Jadi kalau irama kamu cepat, berarti ketukannya cepat. Tapi kalau irama bacaan kamu pelan, maka ketukannya pun pelan.

Bingung?? pasti, makanya belajar tahsin itu penting ketemu gurunya langsung🙂

Untuk mad yang bacaan nya 2 harokat, syaratnya selain yang di postingan sebelumnya Bacaan Mad Part 1 , juga setelah bacaan mad tersebut bukan huruf hamzah, tasydid atau huruf mati ya. Kenapa begitu?, soalnya kalau setelah bacaan mad (yang 3 syarat di postingan sebelumnya itu) bertemu dengan hamzah, tasydid atau huruf mati maka dibacanya bukan 2 harokat lagi tapi bisa 4 atau 6 harokat. Beda kan.!!

Nah, untuk mad yang dibaca dengan 2 harokat atau 2 ketukan ini dibagi jadi 6 nih:

  1. Mad Thobi’i atau Mad Asli

Mad Thobi’i ya adalah Mad Asli, yaitu mad yang syaratnya kemarin kita bahas di postingan sebelumnya.

huruf dengan fathah bertemu alif , إِذَا جَآءَ    وَقَالَ

huruf dengan kasroh bertemu ya , ٱلَّذِينَ

huruf dengan dhommah bertemu waw , وَلَمْ يُولَدْ  , صُدُورِ ٱلنَّاسِ

2. Mad Badal

Mad Badal, adalah Hamzah bertemu dengan Mad Thobi’i (Mad Asli). Jadi kalau bertemu dengan huruf hamzah lalu setelahnya itu alif, ya atau waw, maka itu disebut mad badal. Bacaan nya sama yaitu 2 harokat.

contoh : لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ , وَءَامَنَهُم ,

3. Mad Iwadh

Saat berhenti di huruf bertanwin fathah (garis diatas ada 2) bertemu dengan Mad Asli. Jadi saat kalian ingin memberhentikan bacaan, misal di tanda-tanda berhenti atau di akhir ayat, kemudian di akhir bacaan tersebut adalah huruf bertanwin fathah yang bertemu dengan huruf mad asli, itulah yang di sebut mad iwadh.

contoh : وَأَكِيدُ كَيْدًۭا –> maka dibaca wa a kiidu kaydaa (fathah tanwin bertemu dengan mad asli (alif) dan bacaan berhenti di situ, maka fathah tanwin dibaca fathah dan dipanjangkan 2 harokat.) . Hal ini tidak berlaku untuk kasroh tanwin dan dhommah tanwin ya🙂

4. Mad Tamkin

Huruf kasroh Ya (baca : yii) bertemu dengan mad asli.

contoh :

5. Mad Harfi

Mad Harfi adalah huruf yang tidak memiliki tanda baca dan dibaca 2 harokat. Huruf yang termasuk Mad Harfi adalah Ha, Ya, Tho, Ha, Ro.

contoh :  طه (tho 2 harokat, ha 2 harokat, jadi Thoo-Haa) ,

الٓر (alif dibaca 1 harokat, lam karena ada bendera 4 harokat, ro 2 harokat, jadi alif lammmm roo)

6. Mad shilah qoshirah

Bacaan Mad Asli bertemu dengan huruf HU atau HI.

Contoh : مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَجِيبُونَ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s