korupsi VS softskill

Pendidikan merupakan suatu proses dimana peserta didik akan memiliki pengetahuan (kognitif), sikap (apektif) dan ketrampilan (psikomotorik) guna bekal hidup layak di tengah-tengah masyarakat. Proses ini mencakup peningkatan intelektual, personal dan kemampuan social yang diperlukan bagi peserta didik sehingga tidak saja berguna bagi diri pribadi dan keluarga tetapi juga keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat. Maka strategi yang dikembangkan dalam kurikulum pendidikan nasional kita selalu berdasarkan pada ketiga ranah di atas baik dalam proses pembelajaran maupun avaluasinya.

Sejalan dengan pengertian di atas, menurut UNESCO, tujuan belajar yang dilakukan oleh peserta didik harus dilandaskan pada 4 pilar yaitu learning how to know, learning how to do, learning how to be, dan learning how to live together. Dua landasan yang pertama mengandung maksud bahwa proses belajar yang dilakukan peserta didik mengacu pada kemampuan mengaktualkan dan mengorganisir segala pengatahuan dan ketrampilan yang dimiliki masing-masing individu dalam menghadapi segala jenis pekerjaan berdasarkan basis pendidikan yang dimilikinya (memilik Hard Skill). Dengan kata lain peserta didik memiliki kompetensi yang memungkinkan mereka dapat bersaing untuk memasuki dunia kerja. Sedangkan 2 landasan yang terakhir mengacu pada kemampuan mengaktualkan dan mengorganisir berbagai kemampuan yang ada pada masing-masing individu dalam suatu keteraturan sistemik menuju suatu tujuan bersama. Maksudnya bahwa untuk bisa menjadi seseorang yang diinginkan dan bisa hidup berdampingan bersama orang lain baik di tempat kerja maupun di masyarakat maka harus mengembangkan sikap toleran, simpati, empati, emosi, etika dan unsure psikologis lainnya. Inilah yang disebut dengan Soft Skill.

maka dari itu softskil penting, apalagi dijaman yang edan ini. hampir seluruh orang melakukan korupsi dalam hal apapun. tanpa kita sadari ada aja korupsi yang kita lakukan. seperti mengambil bagian kue lebih banyak dari saudara sendiri, hal kecil tersebut mungkin tidak berarti apa-apa namun untuk hal yang besar seperti menggelapkan uang negara sampai bermilyar-milyar. hal tersebut memberikan dampak terhadap orang banyak secara tidak langsung.

diharapkan dengan adanya softskill, generasi masa depan memiliki bekal tingkah laku dan watak yang baik. dan semoga tidak ada korupsi lagi dimasa depan.

thx http://harysmk3.wordpress.com/2008/01/10/mengembangkan-soft-skill-siswa/

Comments
One Response to “korupsi VS softskill”
  1. Even though this may possibly not be regular for most Westerners, it’s suitable and expected of the man to bring his lady friend a small gift on the first date. It’s suitable to bring something meaningful and not too high priced. Giving her flowers and chocolates may put you on the correct track.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s